Mencintai Orangtua Kita
Hazrat Abdullah ibn Umar (sahabat Rasulullah) berkata “Aku sering
melihat seorang pria Yaman yang menggendong ibunya sambil berthawaf di
sekitar Ka’bah. Dia juga menyanyikan puisi. Puisinya berbunyi: ‘Hari ini
untuk ibuku, aku bagaikan hewan yang penurut, dan jika ada yang mencoba
menghentikanku daripada melakukan ini, hari ini aku akan tetap teguh,
jadi kau tidak dapat membuatku gentar.’”
Kemudian pria ini menghampiri Abdullah ibn Umar R.A., dan berkata “Wahai
Abdullah ibn Umar, aku menggendong ibuku di punggungku lebih lama
daripada dia membawaku di rahimnya. Wahai Abdullah, sesungguhnya aku
berjalan dari Yaman, aku telah menyelesaikan setiap haji dengan
menggendong ibuku. Apakah aku sudah memenuhi khidmah dan kewajibanku
dalam melayani orangtuaku?”
Abdullah ibn Umar R.A. berkata “Tidak wahai saudaraku. Kau bahkan belum memenuhi satu napas yang ibumu keluarkan pada saat melahirkanmu!”
Sekarang aku bertanya pada kalian, pernahkah kalian mengecewakan
orangtua kalian? Apa yang kalian ingin raih dalam hidup? Hanya dengan
melakukan khidmah dan melayani orangtua-lah, maka kalian dapat menggapai
mimpi-mimpi dalam hidup. Aku bersumpah demi Allah, hanya dengan itulah
kalian dapat menggapainya. Tidak ada jalan lain!
Setiap orangtua yang bisa membuat anaknya menjadi alim atau hafidz, pada
hari kiamat Allah akan merahmati mereka dengan memberikan mereka
mahkota, orang-orang akan melihat mereka dan bertanya “Siapa orang-orang
ini? Amalan apa yang telah mereka lakukan?” Lihatlah derajat yang Allah
berikan kepada mereka! Ini membuktikan bahwa Allah meninggikan mereka,
meskipun terkadang kita tidak menghargai orangtua kita seperti itu.
Seringkali kita malah berbuat dosa kepada orangtua kita: “Ah, ayah ini
menyuruh aku terus!” atau “Ah, nanti sajalah bu!” Betapa lancang kalian
kepada mereka!
Pada suatu hari Rasulullah S.A.W. sedang berjalan-jalan bersama para
sahabat. Dilihatnya dari kejauhan ada seorang wanita tua berjalan ke
arahnya. Ketika melihat wanita itu, Rasulullah segera berlari ke
arahnya, dia mengambil pakaian bagian atasnya dan meletakkannya di tanah
untuk wanita tua itu. Kita tahu bahwa Rasulullah tidak punya ibu, jadi
siapa wanita tua ini? Dialah Halima Radia R.A. yang menyusui Rasulullah
S.A.W. Rasulullah menganggapnya seperti ibunya sendiri, sedangkan dia
sendiri adalah Rahmatan lil alamiin S.A.W., dia punya urusan yang lebih
banyak daripada kita semua, dia harus mendakwahkan din (agama) ini ke
seluruh penjuru dunia, tapi dia begitu menghormati Halima.
Sedangkan yang harus kita lakukan hanyalah menghormati orangtua kita,
tapi kita bahkan tidak punya waktu melakukannya. Astaghfirullah!

Komentar
Posting Komentar