KEISTIMEWAAN BULAN DZULHIJJAH
KEISTIMEWAAN BULAN DZULHIJJAH
Assalamu’alaikum wr.wb
Esok pagi Insyaallah kita akan memasuki
bulan yang mulia, dimana para sahabat, keluarga beserta para saudara
kita yang sedang melaksanakan haji di Kota Suci Makah/madinah akan mulai
memasuki puncak kesibukan dalam melaksanakan ritual ibadah haji. Inilah
bulan dzulhijjah, yakni bulan yang disyare’atkan bagi setiap muslim
yang mampu baik harta, kakuatan maupun terjamin keamanan mereka untuk
melaksanakan ibadah haji.
Bagi kita yang belum diberikan kesempatan
untuk melaksanakanya, ada baiknya jika kita juga ikut memeriahkan Bulan
ini dengan memperbanyak berbagai amal ibadah. Sebagian ulama’
berpendapat bahwa barang siapa berpuasa pada bulan ini, maka Allah akan
memberikan 10 kebaikan baginya yakni Keberkahan dalam usia/umurnya,
Bertambah hartanya, Terjaga keluarga mereka, diampuni dosa-dosanya,
dilipatgandakan kebaikan-kebaikanya, kemudahan dalam sakaratul mautnya,
Cahaya yang akan menerangi kuburnya, amal yang memberatkan timbangan
kebaikanya, selamat dari azab (neraka), dan diangkat derajatnya (menuju
syurga).
diriwayatkan pula bahwa sesungguhnya Allah SWT memilih 3 kali 10 hari dalam satu tahun, yakni :
a. 10 hari terakhir dari dari Bulan Ramadhan, sebab kebanyakan didalamnya terdapat barokah dari lailatul qadar.
b. 10 hari pada bulan dzulhijjah, sebab
didalamnya terdapat hari tarwiyah (tanggal 8), hari ‘arafah (tanggal 9),
serta hari idul adha (tanggal 10), banyak para haji yang membaca dzikir
talbiyah serta menghiasi kegiatan mereka dengan bermacam bentuk ibadah,
serta banyak dosa hamba Allah yang akan diampuni jika mereka mau
meminta ampunan Allah.
c. 10 hari bulan muharram.
dijelaskan dalam sebuah hadis sebagai berikut :
Nabi Musa bermunajat kepada Allah seraya
berdo’a : yaa robb, aku telah berdo’a kepada-MU dalam waktu yang cukup
lama. Namun Engkau belum juga mengabulkan permintaanku. Maka ajarilah
aku cara berdo’a yang benar.
Kemudian Allah SWT berfirman pada Beliau :
Hai Musa, jika telah masuk padamu 10 hari di bulan Dzulhijjah, maka
ucapkanlah dzikir laa ilaaha llallaah (dengan penuh keikhlasan dan penghayatan bahwa Dia-lah Allah Tuhanku), maka AKU (Allah) akan kabulkan do’amu.
Kemudian Nabi Musa berkata : Wahai Tuhanku, setiap hamba-MU mengucapkan kalimah tersebut.
Allah menjawab : Hai Musa, barang siapa mengucap laa ilaaha illallaah
satu kali pada hari itu, jika kelak di hari penghitungan amal ke-7
langit dan ke-7 bumi diletakan pada sau sisi timbangan amal dan kalimat Laailaaha illallah diletakan pada sisi timbangan yang satunya, maka kalimat ini akan lebih berat dari pada langit dan bumi tersebut.
KEISTIMEWAAN BULAN DZULHIJJAH
Tentang keutamaan 10 hari dibulan dzulhijjah ini telah diriwayatkan oleh Ibn Abbas RA dari Rasulullah SAW bersabda :
Inilah hari pertama
dimana Allah SWT mengampuni dosa Nabi Adam AS yakni pada tanggal 1 bulan
dzulhijjah. Barang siapa berpuasa dihari ini, maka Allah akan
mengampuni segala dosa orang tersebut.
Inilah hari kedua dimana
Allah SWT mengabulkan do’a Nabi Yunus AS, dengan mengeluarkan beliau
dari perut ikan hut. Barang siapa berpuasa di hari ini maka ia bagaikan
orang yang telah menyembah Allah SWT selama setahun dengan tiada berbuat
maksiat walau sekejap mata pun.
Inilah hari ketiga
dimana Allah SWT telah mengabulkan do’a Nabi Zakariya. Barang siapa
berpuasa di hari ketiga, maka segala do’anya akan diampuni Allah SWT.
Inilah hari keempat,
dimana telah lahir Nabiyullah Isa AS. Barang siapa berpuasa di hari ini,
maka Allah SWT akan menyelamatkan ia dari segala keburukan dan
kefakiran. dan kelak di hari qiyamat ia akan dikumpulkan bersama
orang-orang yang dimulyakan Allah (Al-kiram al-bararah).
Inilah hari kelima,
dimana telah lahir Nabiyullah Musa AS. Barang siapa berpuasa di hari
ini, maka ia akan bebas dari sifat munafiq dan bebas dari adzab/siksa
kubur.
Adapun di hari keenam,
dimana Allah membuka kebaikan kepada Nabinya. Barang siapa berpuasa pada
hari ini maka Allah akan melihat padanya dengan penuh rahmat (belas
kasih) hingga ia tidak akan disiksa oleh-NYA.
Sedang di hari ketujuh,
dimana Allah SWT akan menutup pintu neraka Jahannam dan tidak akan
membukanya hingga terlewatkan pada tanggal 10 dzulhijjah. Barang siapa
berpuasa di hari ini, maka Allah akan menutup untuknya 30 macam pintu
kesulitan dan akan membuka 30 macam pintu kemudahan baginya.
Hari ke delapan disebut
dengan hari tarwiyah. Barang siapa berpuasa di hari ini, maka Allah SWT
akan memberi pahala yang sangat banyak untuknya, yang tiada mengetahui
berapa banyaknya kecuali Allah SWT.
Hari ke sembilan yang
disebut hari arafah adalah hari yang mana Allah akan melebur dosa selama
1 tahun yang terlewat dan 1 tahun yang akan ia hadapi.
Hari ke sepuluh yakni
hari Idul Adha, barang siapa berqurban dengan hewan qurban, maka setiap
tetes darah hewan tersebut akan melebur dosa-dosanya beserta dosa
keluarganya. Dan barang siapa memberi makan seorang mukmin ataupun
bersedakah dengan sekali sedekahan maka Allah akan membangunkan ia dari
kubur dalam keadaan aman dari rasa takut. Adapun timbangan kebaikanya
kelak lebih berat dari gunung uhud.
Kesimpulan penulis
dari beberapa keterangan diatas dapat
disimpulkan bahwa 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah merupakan hari
yang amat istimewa. Manfaatnya sangat besar manakala kita mau
memanfaatkanya dengan sungguh-sungguh untuk mempertebal keimanan serta
memperbanyak amal shalih. Kalimat tahlil sebagaimana diungkapkan dalam
keterangan diatas tentunya harus diikuti pula dengan konsekuensi
perbaikan akhlakiyah diri. Sebab tiada lah manfaat katika seseorang
banyak amal ibadah, namun miskin akhlak. sebaliknya akhlak yang baik
tanpa diiringi keimanan juga tiada nilainya di sisi Allah SWT. Ingatlah :
(Demi masa) atau zaman atau waktu
yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya
adalah waktu salat Asar.
(Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya.
(Kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh) mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi
di dalam perniagaannya (dan nasihat-menasihati) artinya sebagian di
antara mereka menasihati sebagian yang lainnya (supaya menaati
kebenaran) yaitu iman (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu di
dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Jika mampu, marilah kita berpuasa pada
hari ‘arafah dan hari tarwiyah. Lebih afdhol lagi jika kita mulai sejak
tanggal 1 besok pagi. Insya’allah banyak fadilah (keutamaan) yang akan
kita peroleh di dunia ini, terlebih di akherat kelak. tentunya harus
didasari dengan keikhlasan, sebab Allah tidak akan menerima amal yang
dilakukan tidak dengan ikhlas. Semoga kita diberikan kekuatan untuk
beramal baik dan mempertebal keimanan kita. Amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Referensi :
Diambil dari kitab Durroh an-naasihiin,
fi al wa’dzi wal atsar, Usman ibn hasan ibn as-syakir al-khoubary,
Surabaya : Toko Kitab Al-Hidayah, hlm. 266-267.
Komentar
Posting Komentar